Menikmati Auckland: antara Albert Park, Buku, dan Kafe yang Berakhir Senja

Gaib Maruto Sigit
Kota Auckland, Selandia Baru, menawarkan sejuta pesona. Selain keindahan alam dan taman, juga kafe dan took buku sebagai cermin kehidupan sosial. (Foto: Gaib Maruto Sigit)

Menghargai Buku

Ada pepatah bilang kota yang menghargai buku dan manusia adalah ciri kota modern yang beradab. Di Auckland, lebih mudah mencari buku daripada handphone. 

Toko buku tersebar di setiap spot pusat belanja. Perpustakaan umum di kota ini banyak dengan fasilitas lengkap. 

Kota Auckland, Selandia Baru, menawarkan sejuta pesona. Selain keindahan alam dan taman, juga kafe dan took buku sebagai cermin kehidupan sosial. (Foto: Gaib Maruto Sigit)

Buku sudah menjadi bagian dari denyut nadi warga Auckland. Masyarakat Auckland menghabiskan 70 buku dalam setahun artinya mereka membaca sekitar 5 hingga 6 buku dalam sebulan. Wajar jika toko buku selalu penuh dan perpustakaan ramai.

Warga Auckland ataupun mereka yang menetap di kota ini mendapat prioritas utama dari otoritas setempat. Fasilitas-fasilitas umum yang disediakan didesain untuk beragam kalangan, sehingga semua mempunyai hak dan kesempatan yang sama. 

Fasilitas umum, kampus, dan gedung-gedung yang ada di Auckland memberi tempat khusus untuk penyandang disabilitas. Toilet dan lift misalnya, selalu disediakan untuk mereka.

Sementara di perpustakaan umum, program untuk anak-anak dan orang tua disiapkan. Mereka boleh membaca, menonton, dan melakukan kegiatan apa saja di perpustakaan.

Auckland sangat menghargai pejalan kaki, makanya area trotoar dibuat lebar. (Foto: Gaib Maruto Sigit)

Trotoar di kota Auckland lebih lebar dari jalan raya. Sepanjang ada jalan, sepanjang itulah trotoar ada. Pejalan kaki mendapat tempat lebih tinggi dibanding pengendara, orang yang menyebrang lebih didahulukan  daripada pengendara kendaraan.

Jika ada kegiatan perbaikan jalan atau pembangunan gedung, safety untuk pejalan kaki sangat diutamakan. Kerikil, debu atau bahaya lain dari pembangunan gedung diminimalisasi dengan menutup seluruh area dengan pagar besi, terpal dan penutup jalan. Tujuannya supaya warga yang lewat tidak terganggu.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Ogah Bayar Makan dan Aniaya Kekasih, WNA Selandia Baru Diusir dari Bali

Destinasi
12 hari lalu

Tak Lagi Jauh, Tanjung Lesung Jadi Primadona Wisata Baru Jabodetabek

Destinasi
14 hari lalu

Rekomendasi Spot Liburan Baru di Bintaro, Bounce Street Asia yang Mengasyikan!

Destinasi
22 hari lalu

Serunya Liburan di Kota Tua Jakarta, Murah dan Aksesnya Gampang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal