Sebab mereka khawatir dengan kilau mata biru yang begitu mencolok dan berbeda dengan lainnya. Beruntung stigma itu kini mulai pudar, kebanyakan orang lebih memuji dengan keistimewaan anak-anak Suku Buton tersebut.
Nenek Moyang Suku Buton
Nenek moyang Suku Buton merupakan imigran yang datang dari wilayah Johor pada abad ke-15. Mereka mendirikan Kesultanan Buton di Baubau, Sulawesi Tenggara antara abad ke-16 - abad ke-20. Keruntuhan terjadi pasca munculnya konflik internal kerajaan, dan makin melemah ketika sultan terakhirnya wafat pada 1960.
Setelah itu Kesultanan Buton bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suku Buton menganut sistem kasta yang hanya diterapkan pada tata pemerintahan dan keagamaan saja.
Kasta tersebut adalah Kaomu (bangsawan keturunan raja atau sultan), Walaka (pejabat kerajaan keturunan kerajaan), Papara (pejabat dari rakyat biasa), dan Babatua (budak). Ada juga kasta Analaki dan Limbo (kasta Kaomu dan Walaka yang diturunkan derajatnya karena melakukan kesalahan).