Mengenal Potensi Ekraf Barongsai hingga Liong di Bogor yang Belum Terjamah

Vien Dimyati
Mengenal potensi ekraf di Bogor (Foto: Ist)

Lili Hambali menjelaskan dalam membuat barongsai dan liong 70% bahan baku barongsai masih diimpor dari China. 

“Sebanyak 70% bahan baku berupa bulu domba dan kelinci masih diimpor dari China termasuk untuk bagian matanya sedangkan untuk kerangka menggunakan bahan dari Indonesia yakni rotan yang didapati dari Kalimantan,” katanya.

Pada imlek tahun ini, Lili Hambali memproduksi 20 barongsai. Bahkan, saking tersohor produksinya baik barongsai dan liong diproduksi Lili Hambali ini, tidak hanya memenuhi pasar dalam negeri saja, tetapi juga diekspor ke Australia, Arab Saudi, hingga daratan Eropa seperti Jerman.

“Kami pernah mengirim barongsai ke daerah-daerah di Indonesia,  mulai dari Sabang hingga Manokwari. Permintaan paling banyak dari Bandung, Bali dan Riau.  Beberapa tahun belakangan ini, kami ekspor barongsai ke Australia tahun lalu dan Arab Saudi dan Jerman di tahun ini,” ujarnya. 

Untuk kualitas, barongsai dan liong yang diproduksi Lili Hambali tak perlu diragukan lagi.  Hal ini diakui Aang Wiguna. Remaja yang satu ini bersama dengan teman-temannya datang dari Karawang ke Bogor untuk memesan barongsai. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

57 tahun lalu

Betrand Peto Bongkar Sifat Asli Sarwendah di Thailand? Kaget Banget!

57 tahun lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

57 tahun lalu

Indonesia Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim, Kalahkan UEA!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal