Mengenal Pasar Apung di Kalimantan yang Unik, Ternyata Sudah Ada sejak Ratusan Tahun

Kiki Oktaliani
Mengenal Pasar Apung yang unik di Kalimantan (Foto: Instagram@eldiai)

JAKARTA, iNews.id - Pasar Apung di Kalimantan Selatan selalu menarik untuk dijelajahi. Ya, wisata air ini sangat populer di kalangan wisatawan. 

Berada di sini, Anda dapat menikmati pemandangan unik pedagang sayur dan buah-buahan menggunakan perahu. Deretan perahu-perahu dengan ukuran yang tak seberapa dipenuhi dengan berbagai muatan berupa sayur mayur, buah-buahan, telur, dan berbagai kebutuhan pokok lain.

Pemandangan tersebut tidak asing bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Para penjual sibuk mendayung perahu untuk menepi, atau sibuk melayani pembeli yang ada.

Ya, inilah salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Kalimantan. Penasaran ingin tahu seperti apa keunikan dari pasar apung ini? Berikut ulasannya dirangkum pada Jumat (6/1/2023). 

Pasar Apung di Kalimantan

Di Kalimantan Selatan hingga kini masih terdapat dua pasar terapung yang sudah berlangsung ratusan tahun, yaitu Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Martapura. Keberadaan pasar-pasar terapung ini menjadi salah satu magnet wisata bagi para pelancong yang datang ke Kalimantan Selatan. Dari kedua pasar yang ada, Pasar Terapung yang terletak di atas Sungai Barito, tepatnya di Muara Kuin, Kecamatan Banjarmasin Utara ini telah berlangsung kurang lebih sejak 400 tahun yang lalu, dan menjadi satu-satunya yang ada di Nusantara.

Sejarah Pasar Terapung Muara Kuin

Perahu-perahu yang memuat barang dagangan para pedagang ini dinamakan Jukung. Keberadaan Pasar Terapung Muara Kuin berkaitan erat dengan berdirinya kerajaan Banjar, atau bahkan jauh sebelum berdirinya kerajaan Banjar. Pada pertengahan abad ke-16, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi cikal bakal Kota Banjarmasin. Aktivitas perdagangan tersebut tumbuh pesat, mengingat letak yang strategis yaitu di pertemuan beberapa anak sungai, dan bertahan hingga kini. Pedagang yang ada di Pasar Terapung Kuin tak hanya orang-orang Kuin ini sendiri, ada juga para pedagang yang berasal dari daerah Tamban, Anjir, Alalak, dan Berangas.

Jika berkunjung ke kawasan ini, terlihat pemandangan rumah-rumah warga setempat di sepanjang sungai Barito yang menggunakan material kayu sebagai bahan utama bangunan. Meskipun terbuat dari kayu, bangunan rumah warga ini tak mudah rusak atau cepat mengalami pelapukan, dikarenakan kayu yang digunakan adalah jenis Ulin yang terkenal kuat dan bahkan semakin kuat apabila terkena air.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
6 hari lalu

Menpar Ajak Masyarakat Kunjungi Istano Basa Pagaruyung, Warisan Minangkabau yang Indah!

Destinasi
8 hari lalu

Taiwan Never Sleeps! Tren Wisata 24 Jam yang Lagi Diburu Wisatawan Indonesia

Destinasi
26 hari lalu

Slow Travel ke Bhutan, Layak Jadi Tujuan Liburan Berikutnya!

Destinasi
1 bulan lalu

Ada Si Pitung di Kota Tua Jakarta, Pesilat Betawi yang Curi Perhatian!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news