"50 scarf Batik Lasem untuk para istri menteri, ada juga buat suami karena menterinya perempuan," kata dia.
Cenderamata batik tulis Lasem ini merupakan hasil kolaborasi Asia Pacific Rayon (APR) dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha, khususnya menggandeng pengrajin batik lasem.
Sementara itu, Direktur APR Basrie Kamba menambahkan, para pengrajin batik lasem telah melakukan proses membatik di atas kain tersebut. Menghasilkan motif yang cantik dan juga khas lasem.
"Kolaborasi ini merupakan komitmen nyata APR dalam mendukung pemberdayaan wastra (kain tradisional) di Indonesia. Serta sejalan dengan semangat kami untuk menggalakkan sustainable fashion di Indonesia," ujarnya.
Kain batik tersebut menggunakan rayon. Di mana jenis kain ini hanya diproduksi di Indonesia, dan para pengrajin batik lebih nyaman membatik di atas kain tersebut.