Alasan kenapa kerajaan ini lebih memilih di bantaran Sungai Landak sebagai tempat tinggal adalah karena di sepanjang sungai memiliki potensi kekayaan alam yang begitu melimpah yaitu intan dan emas.
Arsitektur bangunannya berupa rumah panggung dengan warna kuning keemasan dan hijau yang merupakan ciri dari nuansa Melayu. Bangunan keraton memanjang ke belakang. Masing-masing bagian dari bangunan keraton yang terdiri dari pondasi, lantai, dinding, hingga atap sirap berbahan dasar kayu belian.
Keraton Mewah Berkilau Emas
Begitu memasuki Keraton Ismahayana, Anda akan merasakan sensasi kemewahan. Saat memasuki ruang tengah, Anda akan melihat singgasana raja yang berkilauan karena dibalut dengan unsur emas, batu mulia serta berlian.
Berbagai unsur emas juga bisa Anda temukan di kursi, guci, gorden sampai dengan pajangan dinding. Tampak begitu berkilauan apalagi saat diterpa oleh cahaya matahari dari jendela.
Meski begitu, Keraton ini selalu aman dari pencuri yang mengintai. Hal ini karena warga sekitar juga masih berhubungan darah dengan kerajaan ini jadi tidak ada yang berani untuk berbuat macam-macam. Semuanya menghargai sejarah yang ada pada keraton ini.