"Karya-karyanya mencerminkan perjalanan, pemandangan, dan kisah indah yang dilihat dan dialami oleh Maestro Raphael. Lukisannya sarat akan nilai filsafat, teologi, arsitektur, dan sains yang dapat kita pahami dan nikmati bahkan 500 tahun setelah kematian Maestro Raphael," ujar Duta Besar Benedetto Latteri, saat membuka pameran di Jakarta belum lama ini.
Menurut Benedetto Latteri, pameran seni ini sebelumnya sudah diselenggarakan di Vietnam, Austria, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan dan mencatat hingga 50.000 pengunjung secara global.
Kini, Magister Raffaello hadir di Indonesia sebagai negara ke delapan di Asia dalam tur global. Pameran ini merupakan kegiatan yang besar guna memperkuat hubungan diplomatik bilateral antara Republik Italia dan Indonesia.
Mrs. Maria Battaglia, Director, Italian Cultural Institute in Jakarta, menjelaskan, pameran ini menceritakan kisah bak sebuah novel yang menampilkan enam karya seni dan menjadi tonggak penting dalam era Renaissance.
"Pameran ini terdiri dari enam ruang khusus di mana pengunjung dapat mempelajari berbagai peristiwa bersejarah dan menjelajahi berbagai tempat di mana Raphael menetap, bekerja, dan mengenal dunianya melalui karya lukisan," ujar Mrs. Maria.