Menelusuri Masa Bersiap, Ketika Kemerdekaan Indonesia Lahir dari Sebuah Kekacauan

Dani M Dahwilani
Bang Robby Purba mengajak penonton untuk mengulik dan melihat sisi lain sejarah Indonesia yang jarang dibicarakan secara terang-terangan. (Foto: SMN)

JAKARTA, iNews.id – Pada episode Kata Mereka kali ini, Bang Robby Purba mengajak penonton untuk mengulik dan melihat sisi lain sejarah Indonesia yang jarang dibicarakan secara terang-terangan. Dia membuka episode kali ini dengan menyoroti keluhan sebagian besar masyarakat yang sering kali membandingkan kondisi Indonesia saat ini dengan masa kolonial, hingga mempertanyakan mengapa keturunan Belanda kini jarang ditemui di Indonesia.

Menurut Bang Robby, pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab secara sederhana. Secara historis, Belanda menjajah Indonesia lebih dari 3,5 abad. Dalam kurun waktu sepanjang itu, secara logika, seharusnya ada banyak sekali jejak keturunan Belanda yang tersebar luas di Nusantara. Namun nyatanya, darah dan garis keturunan Belanda seolah hilang memudar dari ruang sosial Indonesia.

Bang Robby membawa penonton untuk melihat awal kedatangan Belanda ke Nusantara. Pada abad ke-16, Belanda awalnya datang ke Nusantara sebagai pedagang rempah-rempah melalui VOC. Hubungan dagang yang awalnya tampak setara perlahan mulai bergerak berubah menjadi dominasi ekonomi. VOC mulai menentukan harga, jalur distribusi, hingga siapa yang boleh berdagang. Dari monopoli ekonomi inilah, kekuasaan politik kolonial tumbuh. 

Akibat adanya dominasi dan monopoli ekonomi ini, rakyat Indonesia kemudian dipaksa menyerahkan tanah, tenaga, dan waktu melalui sistem tanam paksa dan kerja rodi. Luka yang hampir dirasakan seluruh rakyat Indonesia akibat penindasan tersebut akhirnya terus menumpuk dan tersimpan hingga pada akhirnya Perang Dunia II menjadi titik balik sejarah. 

Jepang menyerah pada Agustus 1945 dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Namun, harapan rakyat akan kebebasan penuh justru dibayangi oleh upaya Belanda untuk kembali berkuasa.

Di sinilah Bang Robby memperkenalkan salah satu situasi yang jarang disinggung oleh masyarakat “masa bersiap”, periode kelam pasca-proklamasi yang berlangsung akhir 1945 hingga awal 1946. Masa ini ditandai oleh kekacauan, ketakutan, dan kekerasan yang meluas. Identitas menjadi penentu nasib. Nama, aksen, dan warna kulit bisa berujung pada penangkapan, pengusiran, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Destinasi
2 hari lalu

Di Balik Layar Proyek, Ketika Alam Gaib Mulai Menunjukkan Batas

Destinasi
2 hari lalu

Kisah Mistis di Proyek saat Wilayah Sakral Mulai Menunjukkan Tanda

Music
3 hari lalu

Kembali Beri Kejutan untuk Anggislova, Anggis Devaki Rilis VOD Devaki Intimate Concert di YouTube

Music
7 hari lalu

Aku Mengalah Curahan Emosi Manisa Llona di Single Perdana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal