Semua kain tersebut adalah hasil kerjasama Lakon Indonesia dengan para pengrajin di daerah Jawa yang saat ini telah menginjak tahun kedua. Lakon Indonesia tidak hanya membina mereka, melainkan juga membantu melakukan berbagai eksperimen, memberikan ilmu-ilmu dan pandangan-pandangan baru yang akan dapat membantu untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan berkembang.
"Hal inilah yang akan menjadi modal bagi mereka untuk dapat terus bergerak di masa yang akan datang," ujarnya
Dalam pagelaran kali ini, LAKON Indonesia mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan lebih banyak pihak, mulai dari pengrajin, artisan, seniman, Irsan - designer, Adi Purnomo - arsitek, hingga badan pemerintah dan Kemenparekraf.
"Diharapkan acara ini dapat membantu para pengrajin, UMKM, terutama dalam industri fashion dan industri kreatif lain sebagai pendukungnya untuk bergerak, terutama di dalam masa pandemi ini," katanya.
Dia juga ingin menyampaikan semangat, pandemi ini tidak melemahkan, melainkan menyatukan untuk dapat bergerak bersama dalam membuat pembaharuan yang akan terus menguatkan Indonesia," kata Thresia.
Melalui pagelaran kali ini, Lakon Indonesia juga ingin memberikan penghormatan bagi kaum perempuan yang memiliki peran penting dalam pewarisan nilai budaya dan etika. Serta para seniman tradisional yang telah setia mengabdikan diri bagi dunia seni yang dicintainya.
"Acara ini tidak hanya mempresentasikan pakaian atau kain tradisional, tetapi juga mempresentasikan budaya dan tradisi Indonesia yang memiliki nilai yang sangat tinggi dan dalam," tutur dia.