Posisi berikutnya ditempati Australia dengan kontribusi 12,65 persen, disusul Tiongkok sebesar 10,73 persen. Ketiga negara tersebut menjadi pasar utama yang menopang pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada awal 2026.
BPS juga mencatat Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan internasional. Bandar Udara Internasional Ngurah Rai menjadi pintu masuk utama yang paling ramai digunakan wisatawan asing, terutama turis asal Australia.
Lonjakan kedatangan wisatawan Australia ke Bali didorong oleh periode liburan sekolah dan musim libur yang berlangsung di negara tersebut. Selain itu, peningkatan mobilitas wisatawan dari Eropa, termasuk Prancis yang tengah memasuki masa spring holiday, turut berkontribusi pada tingginya angka kunjungan.
Di tengah meningkatnya kunjungan turis asing, tren berbeda justru terlihat pada perjalanan warga Indonesia ke luar negeri. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri tercatat 3,14 juta perjalanan atau turun 3,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada April 2026 saja, jumlah perjalanan warga Indonesia ke luar negeri mencapai sekitar 644 ribu perjalanan. Angka tersebut turun 18,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan merosot 30,54 persen secara tahunan.
Meski demikian, tingginya kunjungan wisatawan asing menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata nasional. Dengan capaian 4,68 juta kunjungan selama empat bulan pertama 2026, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pemulihan yang semakin kuat dan berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini.