"Dulu orang pilih koper yang penting kuat dan fungsional. Warnanya juga dominan hitam atau gelap. Sekarang justru banyak yang pilih warna pastel, lebih colorful, dan Gen Z friendly," katanya.
Fenomena ini muncul karena koper kini tak hanya dipakai untuk membawa barang, tetapi juga menjadi bagian dari identitas diri saat traveling. Banyak traveler muda ingin tampil stylish bahkan sejak berada di bandara.
"Sekarang koper juga buat flexing. Ketika bawa koper yang desainnya lucu atau warnanya menarik, ada rasa bangga sendiri," lanjut Franco.
Selain soal gaya, kebiasaan traveling Gen Z juga berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka cenderung lebih sering bepergian dalam durasi singkat demi refreshing atau menjaga kesehatan mental.
Kondisi ini membuat koper cabin size semakin diminati karena dianggap lebih praktis, ringan, dan hemat biaya. Traveler tidak perlu repot menunggu bagasi di bandara maupun membayar tambahan bagasi pesawat.
"Sekarang orang traveling lebih sering tapi waktunya singkat karena healing atau cari suasana baru. Jadi cabin size paling banyak dicari," jelas Franco.
Ia juga menambahkan bahwa traveler masa kini semakin memperhatikan pengeluaran selama bepergian. Karena itu, koper kecil yang bisa masuk kabin menjadi pilihan favorit untuk trip singkat dan budget traveling.