Pua Leba mengungkapkan, warga Saranjana diyakini merupakan golongan Jin Muslim yang menyerupai manusia, hanya saja mereka memiliki fisik yang lebih besar serta paras yang lebih menawan dibanding manusia pada umumnya.
Selain itu, kondisi Kota Saranjana juga layaknya kota maju dunia dengan berbagai gedung pencakar langit serta teknologi yang lebih mutakhir dibanding yang dimiliki manusia saat ini.
Walau sering mengunjungi Saranjana, Pua Leba mengaku dia tak pernah makan atau minum di sana, hanya berjalan-jalan saja. Hal ini karena menurutnya jika sudah makan di sana, akan sulit untuk kembali ke alam nyata.
Pua Leba mengungkapkan, pernah terdapat seorang warga yang bisa melihat Kota Saranjana dan lantas dia makan di situ. Namun dia tak pernah kembali dan kini menjadi penghuni dari kota gaib itu, bahkan hingga kawin dan punya anak dengan penduduk asli Saranjana!.
3. Tidak Mengganggu Manusia
Walaupun diyakini sebagai Kota Gaib yang dihuni oleh jin, namun menurut Pau Leba, penduduk Saranjana tidak mengganggu manusia. Bahkan, banyak yang berbelanja di daerah Kotabaru dan ada juga warga asli kota gaib tersebut yang bersekolah di ‘alam nyata’.