Kemenparekraf Sosialisasikan Batik di Sektor Fashion dan Budaya sebagai Warisan Indonesia

kevi laras
Kemenparekraf Sosialisasikan Batik di Sektor Fashion dan Budaya sebagai Warisan Indonesia (Foto: Kemenparekraf)

"Kita sedang menggiatkan para pencipta dan pencinta budaya, para fashionista atau desainer agar para pengrajin swasta terutama batik bisa menggunakan pewarna dari bahan alam. Lalu menggunakan bio paraffin dari kelapa sawit gantikan paraffin berbasis minyak bumi, ini kita sosialisasi implementasikan," ujar Yuke lagi

Sehubungan dengan batik, juga disampaikan oleh Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, kalau bisa membangkitkan perekonomian masyarakat. Salah satu contohnya, Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, mampu memikat wisatawan mancanegara dan nusantara.

"Aktivitas batik juga menjadi (pembangkit) wisata yang bisa mendatangkan wisatawan contohnya, ada satu desa wisata batik tulis di Yogyakarta. Yang sudah berhasil mendatangkan hampir 4.000 wisatawan, setiap bulan," ujar Wamenparekraf Angela.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
21 hari lalu

MNC Digital Raih Bisnis Indonesia Award, Angela Tanoesoedibjo: Terus Berinovasi di Tengah Perkembangan AI

21 hari lalu

Selamat! MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026

27 hari lalu

Pendapatan MSIN Tumbuh 18 Persen di 2025, Laba Bersih Melonjak 140 Persen

1 bulan lalu

V+Short Raih Hampir 5 Juta Unduhan secara Global, MSIN Paparkan Strategi Streaming di APOS 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal