Perjalanan dengan perahu dengan rumah-rumah nelayan di kiri-kanan membuat Tai O dijuluki Venice of The East atau Venice of the Orient. iNews.id sempat singgah di salah satu rumah perajin telur asin.
Uniknya, di sana hanya bagian kuning telur yang diolah jadi telur asin. Pembuatan telur asin menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan. Terlebih, wisatawan dapat mencoba membuat sendiri kudapan tersebut.
Tai O juga dikenal sebagai surga bagi pencinta kuliner. Mulai dari bakso ikan legendaris di Fuk Hing Hong hingga hidangan khas seperti nasi kukus daun teratai di Crossing Boat Restaurant, setiap gigitan adalah perjalanan rasa yang autentik. Jangan lupa mencicipi terasi udang khas Tai O yang terkenal.
Di salah satu sudut pasar tradisional di sana, iNews.id berkesempatan mencicipi mochi mangga, camilan khas setempat. Ukurannya super jumbo! Setiap mochi berisi setengah bagian buah mangga matang yang rasanya sangat manis.
"Mangganya utuh, mochinya lembut. Manis dan enak banget. Segar. Wajib dicoba kalau ke sini," tutur Nabila Sari, salah satu wisatawan asal Indonesia.
Di pasar kering ini, banyak pula dijual aneka hasil laut dan olahannya. Dengan tradisi yang kaya, pemandangan alam yang menakjubkan, serta kuliner yang menggoda, Tai O adalah destinasi yang menawarkan pengalaman tak terlupakan.