Jembatan ini dirancang usai lintas Kertosono - Kediri - Tulungagung - Blitar sudah terhubung resmi pada 16 Juni 1884, serta lintas Bangil, Pasuruan - Malang.
"Jadi, pemerintahan Belanda saat mulai merencanakan kereta api lintas Blitar - Malang itu di tahun 1893. Pengangkutan hasil bumi di sekitar Blitar-Malang berupa kopi, gula, karet, indigo dan agave, serta membuka dan memperlancar perhubungan antar daerah adalah tujuan awal lintas ini dibuka," ucap Tjahjana Indra Kusuma pada iNews, belum lama ini.
Menurutnya, jaringan perkeretaapian di Malang selatan dan menghubungkan ke Kabupaten Blitar diawali dari pengerjaan lintas Malang kota ke Kepanjen pada 1895 semasa Gubernur Jenderal Belanda Herman Aart Van Der Wijck.
Proses pelelangan awal dengan firma yang mencatat penyedia dokumen lelang bernama Martinus Nijhoff. Dokumen itu berisikan gambar detail, teknis, serta semua syarat pembuatan jembatan.
"Dalam perencanaan teknis, jembatan ini berbentang total 160 meter, dengan 3 pilar penyangga baja komposit berjarak masing-masing 40 meter. Pilar tertinggi berukuran 36 meter dari permukaan sungai," tuturnya.