Kampung Unik di Situbondo, Ada Desa Kebangsaan Warganya Gunakan 2 Bahasa

Vien Dimyati
Kampung unik di Situbondo singgah ke Desa Wonorejo yang asri dan damai (Foto: Youtube Ngeluyur_Channel)

Kampung Unik di Situbondo

Kampung unik di Situbondo ini berada di Wonorejo, berbatasan langsung dengan Banyuwangi. Letaknya terpisah dari wilayah lain di Situbondo, sehingga banyak yang mengira Wonorejo masuk dalam administrasi Banyuwangi. Jika berada di sini, Anda akan menemukan berbagai keunikan dari desa ini, yaitu menggunakan dua bahasa.

"Sehari-hari warga desa menggunakan bahasa Jawa. Padahal, mayoritas warga di Situbondo adalah keturunan suku Madura yang otomatis bahasa yang digunakan adalah bahasa Madura. Mereka yang berada di pesisir pantai gunakan bahasa Madura," ujar pemilik akun YouTube tersebut.

Ya, bahasa yang digunakan adalah Jawa dan Madura. Di sini juga terdapat empat agama yang dianut masyarakat, yaitu Islam, Kristen, Katolik dan Hindu. Bahkan Buddha juga pernah ada di desa ini. Meski berbeda keyakinan, masyarakat sangat toleransi, sehingga tempat ini juga dijuluki Desa Pancasila.

Punya Pemandangan Taman Nasional Baluran

Ya, desa ini merupakan penyangga dari Taman Nasional Baluran yang memiliki fungi sebagai kawasan perlindungan sumber daya alam hayati beserta ekosistem aslinya sebagai daya dukung potensi wisata berkelas Internasional. Untuk mencapai Desa Wonorejo, Anda harus melewati Taman Nasional Baluran. Jarak Wonorejo dari pusat Kabupaten Situbondo adalah 55 kilometer atau satu jam perjalanan dengan motor. 

Keluar dari Taman Nasional Baluran, baru Anda akan menemukan gerbang pintu masuk Desa Wonorejo. Memasuki desa, ada Tugu Pancasila, yang di atasnya terdapat burung garuda. Suasananya masih asri dan damai. Ada banyak tempat ibadah yang berbeda dan saling berdekatan. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan agama dan warganya bisa hidup rukun serta bertoleransi. Karena kerukunan ini membuat Desa Wonorejo dikenal sebagai Desa Wisata Kebangsaan. Banyak aktivitas warga yang menjadi daya tarik di desa ini, di antaranya adalah suasana pedesaan yang nyaman, damai, tentram dan sejuk.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Prancis hingga Australia, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Melonjak, Wisatawan Malaysia Mendominasi!

57 tahun lalu

35.000 Orang Liburan Iduladha 2026 ke Ragunan, Healing Sat Set Favorit Warga Jabodetabek!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal