Kampung unik di Situbondo ini berada di Wonorejo, berbatasan langsung dengan Banyuwangi. Letaknya terpisah dari wilayah lain di Situbondo, sehingga banyak yang mengira Wonorejo masuk dalam administrasi Banyuwangi. Jika berada di sini, Anda akan menemukan berbagai keunikan dari desa ini, yaitu menggunakan dua bahasa.
"Sehari-hari warga desa menggunakan bahasa Jawa. Padahal, mayoritas warga di Situbondo adalah keturunan suku Madura yang otomatis bahasa yang digunakan adalah bahasa Madura. Mereka yang berada di pesisir pantai gunakan bahasa Madura," ujar pemilik akun YouTube tersebut.
Ya, bahasa yang digunakan adalah Jawa dan Madura. Di sini juga terdapat empat agama yang dianut masyarakat, yaitu Islam, Kristen, Katolik dan Hindu. Bahkan Buddha juga pernah ada di desa ini. Meski berbeda keyakinan, masyarakat sangat toleransi, sehingga tempat ini juga dijuluki Desa Pancasila.
Ya, desa ini merupakan penyangga dari Taman Nasional Baluran yang memiliki fungi sebagai kawasan perlindungan sumber daya alam hayati beserta ekosistem aslinya sebagai daya dukung potensi wisata berkelas Internasional. Untuk mencapai Desa Wonorejo, Anda harus melewati Taman Nasional Baluran. Jarak Wonorejo dari pusat Kabupaten Situbondo adalah 55 kilometer atau satu jam perjalanan dengan motor.
Keluar dari Taman Nasional Baluran, baru Anda akan menemukan gerbang pintu masuk Desa Wonorejo. Memasuki desa, ada Tugu Pancasila, yang di atasnya terdapat burung garuda. Suasananya masih asri dan damai. Ada banyak tempat ibadah yang berbeda dan saling berdekatan. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan agama dan warganya bisa hidup rukun serta bertoleransi. Karena kerukunan ini membuat Desa Wonorejo dikenal sebagai Desa Wisata Kebangsaan. Banyak aktivitas warga yang menjadi daya tarik di desa ini, di antaranya adalah suasana pedesaan yang nyaman, damai, tentram dan sejuk.