Jalanan di Desa Meat, memang tak terlalu besar. Namun sudah dibuat dari aspal. Pada bagian kanan dan kirinya terdapat sawah dan perumahan warga, dengan jalur irigasi yang kecil di depan dan samping rumah warga.
Adapun jumlah penduduk desa ini sebanyak 752 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 223 KK. Bagi warga atau wisatawan yang ingin menyeberang ke Samosir, tak perlu jauh-jauh karena di desa Meat ada pelabuhan kapal kecil sebagai transportasi.
Diapit perbukitan
Desa Meat diapit oleh dua perbukitan yang ditumbuhi dengan pohon-pohon pinus, serta keberagaman vegetasi lainnya, ditambah dengan hamparan sawah yang luas. Saat berada di Desa Meat, wisatawan mungkin akan menemukan hamparan pasir putih dan memiliki air yang jernih, serta ombak tenang.
Salah satu yang membuat desa ini unik, seluruh perkampungan yang ada di desa Meat dikelilingi hamparan persawahan. Selain itu ada perbukitan yang membentuk huruf “U” seolah menjadi benteng memagari seluruh desa. Di sisi Barat, permukaan air Danau Toba yang berwarna kebiruan terlihat indah dengan pasirnya yang putih.
Acara tahunan, 1.000 tenda kaldera
Bagi masyarakat Batak, atau di Sumatera Utara mungkin sudah tak asing dengan acara besar yang dikenal dengan nama 1.000 Tenda Kaldera, yang diselenggarakan di Desa Meat. Acara ini merupakan salah satu festival berbasis masyarakat desa, dengan tujuan mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut melalui pendekatan seni dan budaya. Desa Meat diketahui sebagai desa dengan umur yang cukup tua, 300 tahun. Desa ini memiliki beberapa rumah adat Batak yang dihiasi ukiran khas Batak.
Cara menuju ke Desa Meat
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Desa Meat, jaraknya tak terlalu jauh dari Bandara Internasional Sisimangaraja XII atau Bandara Silangit, yang saat ini tengah diproyeksikan menjadi tempat keluar dan masuk wisatawan dengan waktu tempuh, hanya 31 menit.