Penasaran ingin tahu apa saja fakta Stasiun Cirebon yang membuat masyarakat penasaran? Berikut ulasannya dirangkum pada Senin (9/1/2023).
1. Bangunan Stasiun Cagar Budaya
Stasiun Cirebon atau yang biasa disebut Stasiun Cirebon Prujakan (CNP) ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya sejak 2010. Stasiun ini terletak pada ketinggian 4 meter di atas permukaan laut yang berada di Jalan Kembar/jalan Nyi Mas Gandasari, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan. Cirebon Kota Cirebon. Tak hanya itu, Stasiun Cirebon merupakan stasiun besar yang ada di Daerah Operasi III Cirebon, setelah Stasiun Cirebon dan Stasiun Jatibarang.
2. Sejarah perdagangan ekspor - impor
Stasiun ini telah dikenal pelaut Eropa sejak awal abad ke-15. Wilayah ini sudah lama menjadi kota pelabuhan penting dalam kegiatan perdagangan antar-pulau maupun ekspor impor dari luar negeri. Keberadaan Stasiun Cirebon ini dipilih dengan alasan sebagai tempat yang strategis serta sebagai pusat perkembangan ekonomi. Salah satunya, sebagai tempat produksi gula. Pada 1865 sudah ada sekitar 700 hektare tanaman tebu yang tumbuh di Cirebon.
Setelah Undang-Undang Agraria disahkan pada masa pemerintah kolonial tahun 1870, banyak pengusaha dari Eropa terutama Belanda turut menanamkan modal di bisnis pengolahan tebu di Cirebon. Bisnis gula di tangan swasta kian menggeliat ketika pada 1878, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menghapuskan sistem Tanam Paksa untuk tebu sekaligus membebaskan batasan ekspor gula ke Eropa.
Karena letaknya yang strategis, para pengusaha perkebunan menjadikan Cirebon sebagai basis gudang, kantor dagang, dan pabrik. Tidak ketinggalan sekelompok pengusaha Belanda ikut mencoba peruntungan dalam urusan jasa angkutan gula melalui perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).