Atas bantuan para buaya tersebut, sebagai ungkapan terima kasih, para penduduk setempat merawat serta hidup berdampingan dengan buaya. Warga masih mengadakan pemakaman, dan menguburkan jika ada buaya yang mati.
Koom Lakre
Suku Mossi juga kerap mengadakan festival perayaan setiap tahun untuk menghormati buaya-buaya tersebut yang dinamakan dengan Koom Lakre. Dalam festival itu, para penduduk desa berkorban dan meminta para buaya untuk mengabulkan keinginan mereka agar senantiasa sehat, makmur, dan diberikan panen yang baik.
Buaya agresif
Diketahui jenis buaya Bazoule adalah kerabat jauh dari buaya Nil yang lebih besar dan lebih agresif. Buaya Bazoule merupakan spesies dari Crocodylus suchus, yang dikenal sebagai buaya Afrika Barat, atau buaya gurun. Karena kebanyakan ditemukan di kawasan hutan dan habitat terbuka. Buaya tersebut, atau lebih tepatnya nenek moyang mereka, telah beradaptasi dengan perubahan lingkungan di Afrika Utara, dari sabana dan padang rumput yang subur 10.000 tahun yang lalu hingga Sahara yang panas dan gersang seperti sekarang.
Desa lain yang tinggal dengan buaya
Menariknya, desa ini bukan satu-satunya tempat manusia dan buaya hidup berdampingan secara harmonis. Penduduk Paga, desa kecil di Ghana, juga terkenal kerap mandi di kolam terdekat, bersama lebih dari 100 buaya. Penduduk setempat mengklaim tidak ada seorang pun di desa yang pernah dibunuh oleh Hewan buas tersebut.