Konsep ini membuat Pagelaran Sabang Merauke terasa lebih hidup. Di sela pertunjukan seni, pengunjung bisa langsung berkeliling area festival untuk melihat berbagai produk lokal, mulai dari kain tradisional, aksesori handmade, produk kecantikan lokal, hingga kuliner khas Nusantara.
Puluhan merchant UMKM pilihan bahkan akan ditempatkan langsung di area utama pagelaran. Hal itu membuat interaksi antara seni pertunjukan dan produk budaya lokal terasa lebih menyatu.
"UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kekayaan lokal Indonesia," lanjut Antonius.
Tak hanya hadir secara offline, BCA UMKM Fest 2026 juga bakal digelar secara online mulai 1 Agustus hingga 20 September 2026. Dengan konsep hybrid tersebut, pelaku UMKM diharapkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Kejutan lain dari pagelaran ini adalah nuansa budaya yang disebut akan dikemas lebih modern dan interaktif. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak menikmati pengalaman budaya lewat produk, karya kreatif, dan aktivitas di area festival.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana festival budaya kini berkembang menjadi ruang pertemuan antara seni, gaya hidup, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung besar.