5 Fakta Kawah Sileri Dieng yang Eksotis, Unik Ada Pemandangan Langka saat Pagi Hari

Ratu Syra Quirinno
Mengenal Kawah Sileri Dieng (Foto: Instagram@idris_aje)

Berwisata ke Kawah Sileri dapat digolongkan sebagai aktivitas yang menakjubkan karena Anda dapat menyaksikan gemuruh perut bumi disertai dengan uap panas. Anda juga masih bisa menyaksikan pemandangan yang masih sangat alami di sekitar Pegunungan Pagerkandang-Gunung Sipandu, bukit-bukit hijau menjulang, serta lahan pertanian milik warga yang menambah suasana asri.

Lokasi

Kawah Sileri ini masih termasuk dalam daerah wisata dataran tinggi Dieng. Kawah ini berlokasi di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Pemandangan

Pada saat pagi hari uap dari kawah sileri ini seperti masih menempel di permukaan air, kemudian jika ditunggu sampai beberapa saat uap air ini akan mulai terangkat, dan terpisah dari permukaan air. Pemandangan yang cukup langka dapat ditemui di sini, kondisi seperti ini terjadi karena pengaruh sinar matahari yang menyinari kawasan kawah ini.

Warna Air

Nama Sileri berasal dari bahasa Jawa yaitu Leri atau air sisa cucian beras. Air kawah ini terlihat berwarna silver dan mengalir ke Sungai Dolog inilah yang akhirnya diberi nama Leri atau Sileri, sesuai dengan warna air yang terlihat kotor seperti leri

Erupsi

Erupsi pada 4 Desember 1944 dikenang sebagai salah satu bencana alam di Dieng yang memakan banyak korban. Satu dusun (Dusun Jawera) tertimbun oleh tanah longsor akibat gempa bumi yang dipicu letusan kawah. Pada masa itu tidak dilakukan evakuasi terhadap korban, sehingga dusun dibiarkan tertimbun.

Pada 2 Juli 2017 menyemburkan lumpur setinggi 200 meter yang menyebabkan 10 orang korban luka-luka. Selain itu, di tahun 2017 letusan juga telah terjadi pada 30 April dan 24 Mei. 8 April 2018 - Kawah Sileri meletus dan mengeluarkan semburan lumpur dengan tinggi kurang lebih 150 meter.

Terbaru pada 29 April2021 Kawah Sileri Dieng mengalami erupsi pada pukul 18.25 WIB. Erupsi freatik ini melontarkan material 400 meter ke arah selatan (material batuan 200 meter dan lumpur 400 meter), ke arah timur (material batuan 200 meter dan lumpur 300 meter), ke arah barat 200 meter berupa lumpur.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Prancis hingga Australia, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Melonjak, Wisatawan Malaysia Mendominasi!

57 tahun lalu

35.000 Orang Liburan Iduladha 2026 ke Ragunan, Healing Sat Set Favorit Warga Jabodetabek!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal