Jalur alternatif ketiga menuju Bromo adalah melalui Pasuruan ke Tosari hingga Wonokitri. Rute ini lebih dekat bagi wisatawan yang datang dari Surabaya atau sekitar Jawa Timur bagian utara. Dari Tosari, perjalanan dilanjutkan ke Wonokitri, salah satu desa yang juga terkenal dengan keindahan panorama pegunungan.
Wonokitri sering menjadi pilihan karena menawarkan spot sunrise yang tak kalah menawan dibanding Cemoro Lawang. Dari sini, wisatawan juga bisa dengan mudah menyewa jip untuk melanjutkan perjalanan ke lautan pasir. Suasana desa adat Tengger di sekitar Wonokitri pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati nuansa budaya lokal.
Meskipun jalur ini tidak sepopuler Probolinggo, tetapi jalur Pasuruan–Wonokitri sering dipilih oleh wisatawan yang ingin merasakan perjalanan lebih tenang dengan suasana desa yang masih asri.
Sebelum memutuskan memilih salah satu dari tiga jalur di atas, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
Memilih rute menuju Bromo bukan hanya soal jarak, tetapi juga pengalaman perjalanan yang ingin Anda rasakan. Ada 3 jalur alternatif ke Gunung Bromo yang masing-masing punya kelebihan: Probolinggo–Cemoro Lawang dengan akses termudah, Malang–Jemplang dengan panorama menantang, serta Pasuruan–Wonokitri yang menawarkan ketenangan dan nuansa budaya. Dengan memahami karakteristik setiap jalur, Anda bisa menyesuaikan rute sesuai kebutuhan liburan Anda. Jadi, manakah jalur yang akan Anda pilih untuk menikmati keindahan Bromo?