Dengan menjadi mitra co-branding, Nia Niscaya berharap ke depan bisa meningkatkan citra pariwisata Indonesia melalui kolaborasi program pengembangan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kemitraan ini tidak hanya menguntungkan bagi Wonderful Indonesia, produk co-branding juga mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain brand equity, perluasan target pasar, serta efisiensi biaya promosi,” ujar Nia Niscaya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi Pemasaran Martini M Paham menjelaskan, kemitraan menjadi salah satu upaya Indonesia untuk bisa lagi bangkit di tengah pandemi Covid-19 terutama bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.
Kemenparekraf juga selalu melibatkan unsur pentahelix ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media) untuk bersama-sama bangkit termasuk dalam co-branding kali ini.
“Kemenparekraf selalu berupaya untuk mengajak para stakeholder, dengan kondisi baru, tentunya harus ada hal baru yang kita lakukan bersama, satu brand dengan brand lain bisa bekerja sama dan lain sebagainya. Dengan kita bekerja bersama tentunya akan mempermudah dalam mempromosikan produk-produk yang dimiliki,” ujarnya.