Secara keseluruhan, sekitar 17,27 juta orang tercatat melakukan perjalanan wisata selama Lebaran 2026. Aktivitas ini turut mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.
Kementerian Pariwisata menilai tren ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih mengutamakan pengalaman, termasuk berwisata bersama keluarga saat momen hari besar.
“Momentum Lebaran bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional, khususnya melalui sektor pariwisata,” ujar Ni Luh dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (5/4/2026).
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata serta memperluas dampak ekonomi ke berbagai daerah di Indonesia.