Bersama dua temannya, Ferry Unardi menyewa apartemen di Jakarta untuk memulai usaha. Menggunakan tiga laptop sebagai modal utama, para founders memulai perjalanan Traveloka sebagai metasearch engine untuk pembanding harga tiket pesawat.
2. Burung Godwit yang menjadi inspirasi
Pengguna Traveloka pasti mengenal logo perusahaan yang identik dengan gambar burung dilengkapi warna putih dan biru. Burung yang bernama Godwit ini menjadi inspirasi karena memiliki kemampuan untuk terbang
sejauh ribuan kilometer tanpa berhenti sama sekali. Hal ini dilakukan karena mereka suka berpetualang atau bermigrasi keliling dunia. Karakter ini sesuai dengan visi Traveloka untuk terus “terbang” jauh ke seluruh dunia sehingga dapat memberikan kemudahan bagi konsumen di manapun berada.
3. Berawal dari 8 orang
Pada awal berdiri, Traveloka hanya beranggotakan delapan orang yang terbagi ke dalam beberapa divisi, seperti keuangan, operasional, pemasaran, dan lainnya.
Kini, Traveloka memiliki lebih dari 2.000 talenta-talenta terbaik dari Asia Tenggara, dan kawasan lain, seperti Eropa dan Amerika. Hal ini menjadi fondasi terciptanya inovasi-inovasi yang diterima dengan baik oleh para konsumen, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya. Traveloka saat ini memiliki rasio karyawan pria & wanita sebesar 60:40.
Karyawan laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan karier yang sama. Traveloka juga menunjukkan komitmennya untuk menjunjung tinggi keberagaman dan inklusivitas dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan suportif bagi semua karyawan, termasuk wanita, untuk tumbuh dan berinovasi.