Kelebihan Buku
Akhir-akhir ini banyak orang yang berbondong-bondong mencari pekerjaan, dan memutuskan mengabdi pada perusahaan/lembaga/pemerintah dengan dalih iming-iming gaji tetap. Sementara, sebagian orang lainnya memutuskan keluar dari zona kenyamanan, dan memutuskan untuk mengembangkan passion mereka, membesarkan passion agar bisa menjadi profesi.
Memang saat memutuskan bekerja sebagai karyawan ataupun buruh tetap, mendapatkan pendapatan tetap setiap bulannya. Sementara, pejuang passion agar menjadi profesi tidak mendapatkan itu semua. Mereka hidup dalam ketidakpastian. Namun ada satu pembeda antara keduanya, pejuang passion meski tidak menjanjikan, mereka mampu menikmati proses dan selalu memiliki seni untuk menikmati hidup mereka.
Seperti halnya yang diceritakan pada buku karya Atok Sugiarto yang mengangkat seorang fotografer Darwis Triadi. Salah satu keunikan dari buku ini adalah bagaimana cara kita bisa menyikapi seni. Salah satunya, dari sebuah karya fotografi, ternyata mampu memberikan ilmu tentang kehidupan yang lebih manusia.
Transformasi ilmu yang dilakukan oleh Darwis Triadi School Of Photography (BABE) pun memiliki strategi transformasi ilmu lebih menyenangkan. Sehingga peserta pun memiliki semangat dan dorongan untuk proaktif dan tidak takut untuk bertanya.
Nilai Unik Buku
Nilai unik buku berjudul Sang Guru tentu ada banyak. Salah satunya BABE mengajarkan pentingnya gaya seorang fotografer yang tidak perlu dipetak-petakan oleh jenis fotografer. Tidak perlu mengklasifikasikan "saya fotografer wedding", "saya fotografer jurnalis", dan lain sebagainya. Karena jatuhnya akan terjadi sikap eksklusif bagi sesama fotografer.