Prediksi Tren Belanja Online 2024, Gen Z Gaya Hidupnya Fomo dan Milenial Terencana

Syifa Fauziah
Kiki Oktaliani
Prediksi tren belanja milenial dan gen z (Foto: Ist)

Tren Perilaku Belanja Gen Z dan Milenial di 2024

Milenial dan Gen Z menunjukkan perbedaan perilaku belanja yang cukup signifikan. Sebagai generasi yang tengah berada di fase berkeluarga, milenial cenderung memiliki tanggung jawab lebih dalam hal perencanaan keuangan. Mereka memiliki pos-pos anggaran yang lebih matang untuk berbelanja, berinvestasi, bahkan menyiapkan anggaran untuk masa depan seperti dana pendidikan. Oleh karena itu, milenial lebih memprioritaskan berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, sebagai generasi yang lahir di era teknologi dan tumbuh dalam paparan media sosial, perilaku belanja Gen Z cenderung dipengaruhi oleh tren dan mentalitas Fear of Missing Out (FOMO). Hal ini mendorong mereka untuk terus berupaya mengikuti perkembangan dengan membeli produk-produk terkini, serta lebih memprioritaskan berbelanja kebutuhan gaya hidup yang bersifat impulsif.

Terkait platform belanja, e-commerce menjadi tempat belanja yang paling diminati, dengan 54 persen responden menyatakan preferensi terhadap platform ini. Sebaliknya, berbelanja langsung di toko masih diminati oleh sebanyak 42 persen responden dengan mayoritas berasal dari kalangan masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Sementara itu, 3 persen responden yang didominasi Gen Z memiliki kecenderungan untuk berbelanja melalui platform media sosial. 

Berbelanja secara online biasa dilakukan setiap 2 sampai 3 kali dalam sebulan, terutama oleh responden di area Bodetabek. Kegiatan belanja secara online ini didominasi oleh pembelian untuk kategori produk sehari-hari, seperti makanan dan minuman (70 persen), perawatan tubuh (68 persen), fashion (66 persen), kecantikan (52 persen), dan kesehatan (41 persen). Selain itu, studi juga menunjukkan, responden yang memiliki anak cenderung berbelanja lebih banyak dibandingkan responden lajang.

"Milenial dan Gen Z menunjukkan preferensi untuk berbelanja melalui platform-platform online, baik melalui e-commerce maupun social commerce, tanpa terkecuali media sosial. Kami melihat tren ini akan terus berlanjut dan berpotensi besar secara jangka panjang bagi industri logistik Tanah Air," kata Arif Wibowo, Chief Sales Officer Lion Parcel.

Perlu diketahui, kemajuan teknologi memegang peranan besar terhadap perubahan perilaku dan preferensi konsumen. Sebanyak 58 persen responden menyatakan kini mereka membandingkan produk dan harga secara online sebelum melakukan transaksi. Selain itu, 53 persen responden mengatakan lebih sering menggunakan pembayaran digital atau e-wallet dalam berbelanja dan 51 persen responden lebih sering berbelanja melalui e-commerce berkat kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan.

Adapun beberapa layanan online yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan Gen Z dan milenial adalah e-wallet (68 persen), disusul dengan platform belanja online untuk kebutuhan sehari-hari (55 persen), transportasi online (46 persen), aplikasi pemesanan makanan (45 persen), telemedicine (34 persen), video streaming (32 persen), produk smart home (21 persen), dan berlangganan pada aplikasi digital (17 persen).

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Belanja
12 hari lalu

Tren Baju Lebaran 2026 ala Gen Z, Kebaya Encim Style Anti-Mainstream!

Belanja
12 hari lalu

Bazar Fashion Ini Cocok untuk Gen Z, Hunting Baju Lebaran hingga Foto Lucu di Photobox!

Seleb
25 hari lalu

Profil Hanna Arinawati, Artis sekaligus Dosen Terbaik FHUI yang Inspiratif!

Nasional
1 bulan lalu

LSI Denny JA: 84 Persen Gen Z Tolak Usul Pilkada Lewat DPRD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal