JAKARTA, iNews.id - Di tengah ancaman resesi di depan mata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menjadi penyelamat jika dapat dimaksimalkan. Terutama bagi pelaku kreatif yang memanfaatkan peluang digital untuk bertahan.
Ancaman resesi tak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga di tingkat global. Bukan berarti resesi menghilangkan peluang untuk menambah penghasilan, sebab masih ada beberapa potensi yang bisa ditingkatkan dan berujung positif.
Salah satunya adalah memaksimalkan potensi digital. Dunia diperkirakan akan masuk era resesi pada 2023 akibat sejumlah hal, seperti kenaikan harga energi, kenaikan suku bunga bank sentral di sejumlah negara, serta inflasi tinggi di banyak
negara, bahkan di negara maju sekalipun. Secara garis besar, kemampuan suatu negara menghadapi ancaman resesi bergantung pada besar kecilnya nilai ekspor dan impor negara tersebut.
"Dampak bagi suatu negara akibat resesi adalah turunnya daya beli masyarakat, menurunnya kemampuan ekspor komoditas negara tersebut, penerimaan negara menjadi berkurang, serta investasi asing tertunda untuk masuk," ujar Relawan TIK Jakarta Timur Panji Elfani Oetomo melalui keterangannya belum lama ini.
Namun, bukan berarti sama sekali tidak ada peluang saat resesi. Menurut dia, ancaman resesi sebaiknya disambut dengan sikap optimistis dan penuh harapan. Yang bisa dilakukan adalah kreatif menggali potensi diri untuk menambah penghasilan, memaksimalkan
fitur digital untuk meraih peluang baru, atau mengubah investasi dalam bentuk emas atau emiten yang berhubungan dengan energi dasar.