JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan mencuci pakaian menggunakan deterjen cair atau bubuk secara manual ternyata menyimpan risiko yang sering tidak disadari banyak orang. Salah satunya adalah overdosis deterjen atau penggunaan deterjen berlebihan yang dapat memicu residu kimia pada pakaian hingga mempercepat kerusakan mesin cuci.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat urban yang menuntut segala sesuatu serba praktis, efisiensi dalam urusan domestik kini menjadi perhatian baru. Salah satu inovasi yang mulai banyak digunakan adalah laundry pods atau deterjen kapsul dengan takaran sekali pakai.
Secara teknis, penggunaan deterjen konvensional dinilai rentan terhadap kesalahan takaran. Ketika deterjen digunakan melebihi rasio air yang dibutuhkan, kandungan surfaktan sebagai bahan aktif pengangkat noda tidak dapat terbilas sempurna.
Akibatnya, sisa surfaktan dapat menempel pada serat pakaian dan berpotensi memicu iritasi kulit. Tidak hanya itu, residu busa yang menumpuk di dalam tabung mesin cuci juga dapat membentuk lapisan biofilm yang memicu pertumbuhan jamur serta menurunkan umur pakai mesin.
Fenomena ini membuat produk laundry pods mulai mendapat perhatian karena dianggap mampu memberikan dosis deterjen yang lebih presisi. Deterjen jenis ini menggunakan konsentrat pembersih yang dibungkus selaput larut air, sehingga pengguna tidak perlu lagi memperkirakan takaran secara manual.