Komentar Rusia tentang penargetan aset komersial di luar angkasa muncul setelah Elon Musk mengirim beberapa terminal Starlink ke Ukraina untuk meningkatkan jangkauan internet dan konektivitas pasca serangan Rusia terhadap infrastruktur penting di sana.
Selain Starlink, perusahaan citra satelit komersial seperti Planet, Maxar dan BlackSky telah menyediakan intelijen penting dengan mengambil gambar konflik dari atas dan membagikannya secara terbuka turut menyulut emosi Rusia.
Rusia meminta agar negara-negara anggota PBB untuk fokus pada asumsi kewajiban nasional dan internasional untuk tidak menempatkan senjata dalam bentuk apa pun di luar angkasa dan menggunakannya jika tidak ingin terlibat dalam pertempuran.
Negara yang dipimpin Vladimir Putin ini juga menggarisbawahi tren yang kerap terjadi dan sangat berbahaya melampaui penggunaan teknologi luar angkasa yang terlihat jelas selama perang di Ukraina.
Pernyataan Rusia tentang ancaman luar angkasa disampaikan hanya satu hari setelah Jerman dan Jepang berjanji untuk tidak melakukan tes rudal anti-satelit (ASAT) yang merusak.
Mereka bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru yang telah berkomitmen untik mengurangi puing-puing luar angkasa setelah uji coba rudal ASAT Rusia pada November 2021 yang menuai kecaman internasional secara luas.