Teleskop Radio Canggih Terbaru Bisa Ungkap Alam Semesta Kuno, Syaratnya Begini

Dini Listiyani
Teleskop Radio Canggih Terbaru Bisa Ungkap Alam Semesta Kuno (Foto: SKA Project Development Office and Swinburne Astronomy Productions, CC BY-SA))

Astronom radio menghadapi kesulitan serupa yang disebabkan oleh Starlink. Pertama, kolaborasi LOFAR yang berbasis di Belanda menemukan bukti transmisi Starlink melampaui sinyal yang datang dari beberapa target astronomi mereka. 

Sekarang tim astronom yang membantu mengembangkan SKAO telah melakukan tes penduluan dan sampai pada beberapa kesimpulan yang meresahkan. Hal ini diungkapkan dalam sebuah makalah di database pracetak arXiv.

Para peneliti menggunakan jaringan antena parabola yang disebut Engineering Development Array 2 (EDA2), yang terletak di gurun Australia Barat. EDA2 adalah platform pengujian untuk membantu mengembangkan SKAO secara penuh, yang diharapkan akan selesai pada 2028. 

Menggabungkan lokasi di Australia Barat dan Afrika Selatan, SKAO akan menjadi teleskop radio terkemuka di dunia, dengan misi utama memetakan hidrogen netral yang menghuni alam semesta sebelum bintang-bintang pertama menyala, suatu zaman kosmologis yang dikenal sebagai fajar kosmik.

Para peneliti dapat mendeteksi emisi Starlink dengan EDA2, dan emisi ini jauh lebih terang daripada target astronomi SKAO yang akan datang. Khususnya, mereka mengidentifikasi dua sumber kontaminasi. 

Salah satu sinyal yang diharapkan yakni transmisi yang biasa dikirimkan satelit satu sama lain dan ke Bumi. Namun jenis lainnya tidak disengaja, di mana sinyal radio dihasilkan perangkat elektronik masing-masing satelit. 

EDA2 dan SKAO yang akan datang sangat sensitif sehingga mereka dapat mendeteksi emisi yang tidak diinginkan dengan mudah. Penulis makalah ini dengan cermat mencatat beberapa badan pengatur internasional mencadangkan beberapa frekuensi transmisi radio hanya untuk penggunaan astronomi dan sinyal yang datang dari satelit Starlink tidak berada dalam pita yang dilindungi tersebut

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hubble Tangkap Galaksi Terang di Balik Nebula Gelap, Begini Penampakannya

57 tahun lalu

Teleksop James Webb Ikut Buru Exoplanet yang Baru Lahir, Peneliti Tambahkan Kekuatan Instrumen Infrared

57 tahun lalu

Heboh! Benda Diduga UFO Terekam Kamera Teleskop Tembaki Permukaan Bulan

57 tahun lalu

Black Hole Supermasif Merah Tumbuh di Alam Semesta Awal, Miliki Massa 40 Juta Kali Matahari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal