Dalam manuver ini, pesawat mencapai Checkpoint-nya untuk pertama kali. Karena ini hanya latihan, OSIRIS-REx kemudian melakukan pembakaran pos pemeriksaan dan mundur dari asteroid untuk mengorbit pada jarak aman.
Selama pendekatan, pesawat luar angkasa NASA menangkap gambar dari situs pengambilan sampelnya. Gambar-gambar di simpan di dalam pesawat sebagai bagian dari sistem Natural Feature Tracking (NFT), sebagaimana dikutip dari Science Alert, Sabtu (2/5/2020).
Saat waktu untuk manuver pengambilan sampel tiba, OSIRIS-REx akan membandingkan gambar real-time dari kameranya dan menggunakan perbandingan itu untuk mengerahkan diri ke situs pengambilan sampel di permukaan batu Bennu.
Selama Checkpoint, OSIRIS-REx juga menggunakan mekanisme pengambilan sampelnya yakni Touch-And-Go Sample Acquisition Mechanism (TAGSAM). Biasanya, TAGSAM dilipat ke pesawat luar angkasa dan tes penyebarannya berhasil.
Sejumlah instrumen pada OSIRIS-REx juga mengumpulkan data selama pendekatan terdekat. Saat tiba waktunya untuk mengumpulkan sampel, OSIRIX-REx akan turun ke permukaan.
Tapi, pesawat luar angkasa tidak akan mendarat. Sebaliknya, TAGSAM akan dikerahkan ke permukaan. TAGSAM akan mengeluarkan embusan nitrogen untuk menghalau debu dari asteroid.
Nitrogen akan mendorong potongan-potongan kecil regolith ke kepala sampel TAGSAM. Ada juga bantalan kontak pasif di ujung instrumen yang akan mengumpulkan sampel.