Penjelasan LAPAN soal Kepemilikan Meteorit yang Jatuh di Sumut

Fikri Kurniawan
Meteorit langka jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (Foto: The Sun)

JAKARTA, iNews.id - Meteorit yang jatuh di Sumatera Utara (Sumut) tengah menjadi perbincangan publik. Bagaimana tidak, sang penemu menjual batu luar angkasa tersebut kepada kolektor asal Amerika Serikat seharga Rp200 juta.

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) akhirnya memberikan penjelasan terkait status kepemilikan meteorit tersebut. Karena, banyak masyarakat yang keheranan atas pasifnya sikap otoritas nasional.

LAPAN menjelaskan, secara umum meteorit bisa dimiliki oleh setiap orang yang menemukannya, kecuali ada nilai ilmiah atau terkait keamanan dan keselamatan yang perlu ditindaklanjuti oleh LAPAN.

"Meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara sama seperti umumnya meteorit," kata LAPAN melalui laman resminya, Jumat (20/11/2020).

Meteorit bukan benda berbahaya. Dari segi ukuran, meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli itu juga bukan sesuatu hal yang istimewa. Oleh karena itu, LAPAN tidak menindaklanjuti temuan tersebut.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumatra-Jawa Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem, Waspada Banjir Bandang hingga Longsor

57 tahun lalu

Waspada! Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga 27 Februari

57 tahun lalu

Update Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 11 Orang, 5 Korban Hilang

57 tahun lalu

BNPB Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap Pascabencana di Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal