Dalam konteks kemarau basah seperti saat ini, cold front dapat terbentuk dari pergerakan kuat monsun timuran (dari timur) Australia yang bersifat dingin.
Front dingin ini kemudian berbenturan dengan udara hangat dari barat, karena keberadaan vorteks dan dipole mode negatif di Samudra Hindia.
"Cold front kemudian meluas dan tertahan oleh eksistensi awan-awan dingin tebal yang persisten meliputi daratan," ujar LAPAN.