“Untuk kompetisinya berlangsung selama dua hari, satu hari mengerjakan soal teori dan satu hari berikutnya menyelesaikan soal eksperimen yang berlangsung selama lima jam tiap harinya. Pendapat saya, soal-soal yang diberikan unik dan menarik dengan eksperimen yang tidak terduga. Untuk pengerjaannya, saya menemukan kesulitan di soal teori, tetapi bisa mengerjakan tes eksperimen dengan lancar,” kata Evan.
Sukses di APhO, Evan kini bersiap menghadapi International Physics Olympiad 2026 yang akan digelar pada 4-12 Juli 2026 di Bucaramanga, Kolombia. Ajang tersebut bakal diikuti lebih dari 1.000 pelajar terbaik dari 95 negara.
“Untuk Juli mendatang persiapannya sekitar 1,5 bulan bersama dengan teman-teman dari TOFI. Persiapannya masih sama seperti APhO, ada pelatihan dari Puspresnas dan latihan eksperimennya akan lebih banyak lagi,” ujar Evan.
Dia juga memberikan pesan motivasi kepada pelajar Indonesia yang ingin mengikuti kompetisi internasional agar percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Kalian jangan meremehkan kemampuan diri sendiri, harus memiliki jiwa ambisius dengan tujuan positif, jangan takut, dan jangan menganggap diri tidak layak,” kata Evan.
Dukungan penuh diberikan SMAK Penabur Gading Serpong kepada para siswa yang akan tampil di olimpiade internasional lainnya. Selain Evan, ada Jonathan Ezekiel yang akan berlaga di International Biology Olympiad 2026, Danica Odelia di International Mathematical Olympiad 2026, Axelleon Reinhart Tandani di International Cyber Olympiad in AI 2026, serta Joshua Wilson di International Economics Olympiad 2026.