Dilansir oleh Britannica, selama masa studi di Universitas Harvard, Oppenheimer sangat unggul dalam fisika, kimia, serta filsafat timur.
Setelah lulus pada 1925, ia pergi ke Inggris untuk melakukan penelitian di Laboratorium Cavendish di Universitas Cambridge, bekerja di bawah JJ Thomson yang merupakan perintis ilmu fisika nuklir.
Pada tahun 1926, Oppenheimer pergi ke Universitas Göttingen untuk belajar di bawah bimbingan Max Born, dan memperoleh gelar doktor pada usia 22 tahun.
Di sana, Oppenheimer menerbitkan banyak kontribusi penting untuk teori kuantum yang baru dikembangkan.
Diantaranya adalah makalah terkenal tentang apa yang disebut pendekatan Born-Oppenheimer, yang memisahkan gerak nuklir dari gerak elektron dalam perlakuan matematis molekul.