Namun, pengamatan bintik matahari dan fenomena matahari baru-baru ini menunjukkan dapat mencapai puncak lebih cepat dan lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.
"Ini akan mencapai puncak lebih awal dan akan mencapai puncak lebih tinggi dari yang diharapkan," ujar Alex James, fisikawan dari University of College London, Inggris dilansir dari Live Science, Minggu (2/7/2023).
Dia menjelaskan dengan memantau jumlah dan frekuensi bintik matahari, para ilmuwan dapat melacak siklus matahari dan perkembangannya menuju aktivitas maksimal. "Bintik matahari muncul ketika medan magnet yang kuat menembus permukaan Matahari," kata James.
"Dengan melihat bintik-bintik matahari tersebut, kita dapat mengetahui seberapa kuat dan kompleks medan magnet Matahari pada saat itu," ujarnya.
Pada Januari, para ilmuwan mengamati lebih dari 140 bintik matahari, ketika diperkirakan tidak lebih dari 63. Secara keseluruhan, jumlah bintik matahari yang teramati telah melampaui angka prediksi selama 27 bulan berturut-turut. Suar matahari juga tumbuh lebih sering dan kuat.