Tahun 2008 jadi tahun penderitaan sekaligus 'pencerahan' bagi Dokter Bedah Saraf dari Universitas Harvard, Eben Alexander III. Ketika itu Alexander mengalami koma selama satu minggu setelah terjangkit infeksi meningitis parah. Bahkan, tim dokter mengatakan bila seandainya Alexander selamat, otaknya akan mengalami kerusakan permanen.
Namun, Alexander justru kemudian bangun dan nggak mengalami masalah kesehatan berarti. Selama koma, Alexander mengaku mengunjungi surga yang dipenuhi kerabat yang sudah meninggal.
Dari kalim Alexander, hal itu bisa dilakukan karena hanya otak 'primitif’nya yang bekerja mengingat bagian otak untuk berpikir terserang meningitis. Kerja bagian otak paling primitif dan kondisi nyaris mati ini yang diyakini sebagai kunci untuk mengintip surga.
Pada tahun 1999, ilmuwan Uni Soviet melakukan penelitian geologi dengan menggali lubang yang sangat dalam 12 kilometer di semenanjung Kola! Letaknya ada di wilayah Uni Soviet yang berbatasan dengan Norwegia dan Finlandia. Lalu,lubang tersebut diberi nama Kola Superdeep Borehole.
Saat penggalian itu, ilmuwan menemukan keanehan geologi yang belum diketahui oleh manusia sebelumnya. Pengeboran lubang itu sendiri diakhiri saat suhu ujung lubang mencapai 180 derajat Celcius. Suhu yang panas, anomali geologi, serta suara-suara bawah tanah aneh membuat berkembangnya teori 'konspirasi' tentang adanya neraka di bawah tanah tempat kita berdiri.
Tetapi, mungkin 'neraka' memang ada di dalam Bumi. Sebab, berdasarkan penelitian organisasi Geologi Eropa di tahun 2013, terungkap bila suhu inti Bumi bisa sepanas permukaan matahari, yakni 6000 derajat Celcius. Dengan suhu sepanas itu, bukan hanya manusia yang akan meleleh, batu berlian pun akan lumer seketika.