Tidak lama setelah itu, burung ini dianggap punah. Namun, pada tahun 2013, populasi burung yang memiliki nama latin Chrysomma altirostre ini ditemukan oleh para peneliti, seperti yang diungkapkan dalam Handbook of the Birds of the World.
Diperkirakan bahwa jumlah burung ini sekarang hanya tinggal sekitar 10 ribu ekor. Menurut IUCN Red List, burung Jerdon's Babbler masuk dalam kategori rentan (vulnerable).
Penyebab penurunan populasi burung ini adalah perusakan habitat dan perubahan penggunaan lahan. Secara pasti, manusia juga ikut berperan dalam menurunkan jumlah populasi burung ini.
Pada tahun 2012, sekelompok peneliti Australia melakukan perjalanan ke Papua Nugini dengan tujuan mempelajari respons kelelawar mikro terhadap deforestasi di habitatnya.
Mereka berhasil menangkap 41 spesies kelelawar yang berbeda, dan mendapatkan satu spesimen tambahan yang tidak dapat mereka identifikasi, yang kemudian mereka bawa kembali sebagai sampel untuk penelitian lebih lanjut.