Meskipun masa hidup pastinya tidak diketahui, penemuan menunjukkan bahwa mereka dapat hidup lebih dari 200 tahun, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Paus ini memiliki mutasi gen yang disebut ERCC1, yang berperan dalam perbaikan DNA.
Keberadaan mutasi gen tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap kanker dan potensi penyebab kematian bagi paus. Selain itu, gen lain yang disebut PCNA dapat memperlambat penuaan, seperti yang dilaporkan oleh Live Science.
Bulu babi merah (Strongylocentrotus franciscanus) adalah invertebrata bulat yang dilapisi duri.
Biasanya, mereka mendiami perairan dangkal di pantai Amerika Utara, dari California hingga Alaska, dan memakan berbagai jenis tanaman laut, seperti yang dilaporkan oleh Oregon State University.
Sebelumnya, para peneliti menganggap bahwa bulu babi merah tumbuh dengan cepat dan memiliki masa hidup sekitar 10 tahun.