Namun, Wojcicki tidak menyebut kapan tepatnya kanal Donald Trump bisa dibuka blokirnya. "Kami akan mencabut penangguhan kanal Donald Trump saat kami menentukan bahwa risiko kekerasan telah berkurang. Itu sesuai dengan kebijakan kami," kata Wojcicki.
Wojcicki menegaskan, jika kanal YouTube Trump benar diaktifkan kembali, dia harus tunduk pada kebijakan yang sama, seperti yang diikuti oleh tiap kanal YouTube lainnya.
Selain itu, kanal Trump dapat diberi teguran kedua atau ketiga jika mengunggah lebih banyak konten bernada menghasut kekerasan atau melanggar kebijakan integritas pemilu. "Setelah tiga teguran diberikan dalam jangka 90 hari, kanal akan dihapus (lagi)," ujarnya