Selain mengoptimalkan AI, BPS juga melakukan terobosan dengan memanfaatkan Mobile Positioning Data (MPD) sebagai sumber data alternatif di luar metode konvensional door-to-door. Bekerja sama dengan operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XL, BPS mampu memotret pergerakan wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, migrasi antarwilayah, hingga pola komuter antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi secara lebih riil.
Inovasi ini juga menyentuh sektor pertanian dengan penggunaan citra satelit untuk memantau produktivitas lahan padi di Indonesia secara remote. Metode yang dikembangkan bersama BRIN, akademisi, serta lembaga internasional seperti FAO dan PBB ini memungkinkan BPS memantau fase pertumbuhan padi, mulai dari masa tanam hingga siap panen, tanpa harus terkendala akses geografis yang sulit.
Langkah strategis ini diambil untuk meminimalisir beban responden dan menekan biaya operasional yang tinggi pada metode survei lapangan tradisional. Pendekatan berbasis sensor dan teknologi canggih ini telah mulai diuji coba secara mendalam dalam beberapa tahun terakhir guna memastikan metodologi yang dihasilkan benar-benar solid.
"Kalau yang inovasi mobile phone sudah dari tahun 2018, sedangkan untuk satelit sudah digunakan tiga tahun yang lalu karena metodologi tidak bisa dilakukan hanya satu-dua tahun saja. Tahun ini sebenarnya sudah firm kita lakukan untuk harapannya kita bandingkan dengan survei dan sensus, sehingga tahun depan atau bahkan tahun ini kita bisa jadikan ini menjadi data utama untuk produktivitas padi," kata Setia.
Setia menambahkan inovasi ini memberikan dampak besar pada tingkat akurasi dan efisiensi birokrasi. Dengan data yang lebih presisi, pemerintah dapat mengambil kebijakan publik yang lebih tepat sasaran, terutama dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui data pertanian yang diperbarui secara cepat dan akurat.
Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 ini dipandang sebagai momentum penting untuk mendorong semangat pembaruan di lingkungan BPS. Pengakuan dari publik dan media menjadi sinyal bahwa upaya meninggalkan metode lama yang kaku sudah berada di jalur yang benar.
"Apresiasi ini sangat kami harapkan ke depan juga dan kami sangat senang sekali karena artinya apa yang kami lakukan di sini diapresiasi oleh media dan masyarakat. Kami tidak hanya tinggal diam untuk menggunakan data-data yang old fashioned, tapi menggunakan teknologi yang terbaru karena ini juga merupakan kebutuhan masyarakat," ujarnya.