“Ketika MNC Group sudah lari ke AI, nggak mungkin kampusnya belakangan. Kampus harus di depan, harus mempersiapkan mahasiswa, dosen, dan seluruh ekosistemnya karena ke depan hampir semuanya akan berbasis AI,” ujarnya.
“Hari ini kita melihat hasilnya. Mahasiswa semester satu bisa menghasilkan karya full AI yang kualitasnya sudah mendekati produksi industri. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu Dendi juga menanggapi perdebatan kehadiran AI di industri kreatif. Menurutnya, teknologi ini tidak menggantikan profesi yang sudah ada, namun hanya sekedar alat.
Dia pun menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah adaptasi. Begitu pun yang akan dilakukan MNC University ke depannya yang akan membuka kelas khusus DKV berbasis AI yang dirancang sejak semester awal hingga mahasiswa lulus.
“Banyak yang takut AI akan menggantikan ilustrator, fotografer, animator. Tapi bagi kami, AI tetap alat. Sama seperti dulu saat fotografi digital masuk, yang diperlukan adalah adaptasi,” tegasnya.
“Kami ingin lebih dulu bermain di AI di bidang kreatif. Mudah-mudahan MNC University bisa menjadi pelopor pengembangan AI di industri kreatif,” ujar Rektor.