Arif mengatakan data tersebut menunjukkan pemerataan akses internet di Indonesia terus berkembang meski masih terdapat kesenjangan digital antarwilayah.
“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Menurut Muhammad Arif, transformasi digital nasional perlu terus didukung melalui pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan internet, dan penguatan literasi digital masyarakat.
“Berdasarkan hasil survei terakhir dari APJII, saat ini Indonesia memiliki sekitar 287 juta penduduk. Dan untuk tahun 2026 ini, penetrasi internet Indonesia meningkat dibandingkan tahun 2025,” kata Arif.
Dari hasil survei yang dirilis, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2026 mencapai 81,72 persen atau setara dengan 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.303.234 jiwa.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 80,66 persen. Kondisi ini menunjukkan internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat,” ujar Arif.