Prediksi Risiko Keamanan Siber di Dunia Pendidikan 2021

Intan Rakhmayanti Dewi
Ilustrasi (Foto: Ist)


3. Penggunaan platform media sosial dalam proses pendidikan

Media sosial seperti Instagram, Twitter, dan lainnya, dapat menjadi cara yang bagus untuk mendorong keterlibatan siswa selama dan setelah kelas, dan berfungsi sebagai cara bagi guru untuk terhubung dengan siswa mereka.

Namun, ada juga beberapa ancaman terkait regulasi konten. Saat ini, pengajar atau administrator layanan harus mengatur konten di LMS dan aplikasi konferensi video secara manual - ini menjadi tugas yang besar.

Memoderasi konten di platform media sosial atau obrolan grup online adalah hal yang lebih besar, terutama di grup atau obrolan publik.  Hal itu membuka jalan bagi konten yang tidak sesuai, komentar yang menyinggung, dan cyberbullying. Kekhawatiran lainnya adalah mengenai privasi.

Aplikasi atau layanan yang tidak dikonfigurasi dengan benar adalah cara populer untuk mengeksploitasi data pribadi, bahkan tanpa alat dan kerentanan khusus. Dalam kasus terkait, siswa dan tenaga pengajar dapat menjadi korban serangan semacam itu.

4. Gamifikasi proses pendidikan

Lewat media game, ada banyak layanan yang memungkinkan untuk kegiatan belajar sambil bermain seperti While True: Learn, Classcraft, Roblox, dan sebagainya.

Namun, segera setelah memasukkan game ke dalam kelas, maka itu akan berpotensi membuka risiko yang sama dengan yang para siswa hadapi saat bermain game dari rumah, seperti  penipuan dan penindasan dari orang tidak dikenal (troll), file berbahaya yang disamarkan sebagai pembaruan atau add-on game, dan lain lain.

Faktanya, kekhawatiran terbesar dan terdekat saat ini adalah mengenai privasi. Mengelola privasi di layanan apa pun membutuhkan klarifikasi dari pengguna, tetapi banyak pengguna. terutama anak-anak yang tidak tahu cara mengontrol setelan privasi dengan tepat.

Selain itu, akan ada banyak layanan yang menyediakan alat untuk mengatur proses pendidikan secara online, dan para pengajar kemungkinan besar akan menggunakan lebih dari satu.

Akibatnya, untuk setiap alat dalam setiap kasus para pengajar perlu memberikan perhatian khusus tidak hanya untuk melindungi informasi pribadi mereka sendiri, tetapi juga data siswa mereka.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Telkom Gelar Forum Kedaulatan Digital Nasional, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital

2 bulan lalu

Indonesia Akselerasi Ekosistem Data Center, AI dan Keamanan Siber

3 bulan lalu

Hacker Akun Instagram Ahmad Dhani Terdeteksi! Ternyata...

3 bulan lalu

Akun Instagram Ahmad Dhani Normal Lagi usai Bikin Gaduh Medsos!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal