Walaupun di dalam fail tidak ditemukan data yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit, namun dengan beberapa data pribadi yang ada, maka cukup bagi pelaku penjahat dunia maya untuk menyebabkan kerusakan dan ancaman nyata.
"Pelaku kejahatan dapat menggabungkan informasi yang ditemukan dalam file CSV yang bocor dengan pelanggaran data lain, untuk membuat profil terperinci dari calon korban mereka seperti data dari kebocoran Tokopedia, Bhinneka, Bukalapak, dan lainnya," ujar Pratama.
"Yang jelas tidak ada sistem 100 persen aman dari ancaman peretasan maupun bentuk serangan siber lainnya," tambah chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini.