Gunakan Teknologi CRISPR, Perusahaan Ini Bakal Bawa Wolly Mammoth Kembali dari Kepunahan

Dini Listiyani
Gunakan Teknologi CRISPR, Perusahaan Ini Bakal Bawa Wolly Mammoth Kembali dari Kepunahan (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Startup Colossal mempunyai tujuan yang berbeda dibanding perusahaan rintisan yang lain. Colossal ingin membawa mammoth berbulu kembali dari kepunahan pada 2027 menggunakan teknologi penyuntingan gen revolusioner CRISPR.

Rencananya bukan untuk menciptakan kembali mammoth berbulu yang sebenarnya melainkan membawa sifat genetik mereka yang beradaptasi dengan dingin, yang meliputi telinga kecil dan lebih banyak lemah tubuh ke sepupu gajah mereka, menciptakan hibrida yang dapat berkeliaran di tundra di mana mammoth tak melakukannya. 

Co-founder Colossal adalah Chief Executive Ben Lamm, yang memulai lima perusahaan sebelumnya dan George Church, profesor Harvard Medical School dengan keahlian CRISPR mendalam, sebagaimana dikutip dari Cnet. 

"Bintang Utara kita yang sebenarnya adalah pemulihan mammoth berbulu yang berhasil, tetapi juga berhasil berkembang biak kembali menjadi kawanan kawin silang di Kutub Utara. Kami sekarang fokus untuk memiliki anak sapi pertama kami dalam empat hingga enam tahun ke depan,"  kata Lamm.

Ini adalah ilustrasi menarik tentang keharusan menyapu dunia teknologi: Jangan hanya menghasilkan uang, bantu planet ini juga. Misi Tesla adalah untuk menggemparkan transportasi untuk menyingkirkan bahan bakar fosil yang merugikan Bumi. Bolt Threads ingin mengganti kulit dengan bahan sejenis berbahan dasar serat jamur yang lebih ramah lingkungan daripada peternakan. 

Colossal berharap karyanya akan menarik perhatian pada masalah keanekaragaman hayati dan pada akhirnya membantu memperbaikinya. Colossal telah mengumpulkan 15 juta dolar AS sejauh ini, dipimpin oleh perusahaan investasi Tulco. 19 karyawan startup bekerja di kantor pusatnya di Dallas dan di kantor-kantor di Boston dan Austin, Texas, dan menggunakan dananya untuk mempekerjakan lebih banyak.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Airlangga Soroti Jumlah Startup AI di Indonesia Masih Sedikit, Kalah dari Singapura

57 tahun lalu

Clarissa Tanoesoedibjo Hadiri La French Tech AI Summit 2025, Tinjau Perkembangan Teknologi Indonesia

57 tahun lalu

5 Negara di Asia Tenggara Bersaing di Startup Wars 2025, Indonesia Jadi Tuan Rumah

57 tahun lalu

Hipmi Jaya Gandeng Danantara, Dorong UMKM dan Startup di Jakarta Naik Kelas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal