Godfather AI Menyesal Mengembangkan Kecerdasan Buatan: Ini Menakutkan

Tangguh Yudha
Godfather AI Menyesal Mengembangkan Kecerdasan Buatan (Foto: Possessed Photography/Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Geoffrey Hinton dikenal sebagai Godfather artificial intelligence (AI) memperingatkan bahaya kecerdasan buatan. Dia pun menyesali telah mengembangkan AI sepanjang hidupnya. 

Dalam wawancara, Hinton mengaku menyesal telah mengembangkan AI sepanjang hidupnya. Karena, AI mendekati fase lebih cerdas dari manusia. 

"Ini menakutkan. Jika saya tidak melakukannya (pengembangan AI), maka orang lain akan melakukannya. Sulit untuk melihat bagaimana penjahat menggunakannya untuk hal buruk," katanya sebagaimana dikutip dari Metro.

Sebagai informasi, Hinton memulai mengembangkan ide jaringan saraf AI di Universita Edinburgh pada 1972. Pada 2012, dia berhasil mengembangkan jaringan titik yang memungkinkan AI belajar mengindentifikasi objek dalam foto. 

Seiring berjalannya waktu, gagasannya semakin berkembang. Pada 2023 ini jaringan saraf menjadi pusat pembuatan alat AI generatif yang kuat termasuk ChatGPT dan Google Bard. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AI Coach Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Kaum Urban, Terbukti Efektif?

57 tahun lalu

Taiwan Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini yang Dilakukan!

57 tahun lalu

Pemerintah Dorong UMKM di Indonesia Manfaatkan Teknologi Digital dan AI

57 tahun lalu

Pengamanan Haji 2026 Diperketat, Arab Saudi Gunakan Teknologi Modern dan AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal