Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis teknologi Kara Swisher di Code Conference, Nadella mengakui dia "agak tertarik" ketika TikTok mendekatinya. Nadella menyebut TikTok adalah "produk yang menarik" dan cocok untuk Microsoft karena merupakan layanan sosial berbasis cloud yang menggunakan AI.
TikTok awalnya menginginkan penyedia cloud yang juga dapat menawarkan layanan keamanan. Nadella mengatakan pemerintah AS tampaknya pada akhirnya kehilangan minat untuk mendorong kebijakan itu.
Namun ternyata, operasi TikTok di AS tidak pernah terjual. Pada Juni, Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang mencabut perintah administrasi Trump untuk melarang aplikasi tersebut.
Nadella mengatakan Microsoft berada dalam posisi yang baik untuk membeli atau bermitra dengan TikTok, yang melaporkan awal pekan ini mereka memiliki satu miliar pengguna bulanan di seluruh dunia.
Dia menyebut Microsoft memiliki platform cloud, teknologi keamanan dan para insinyur yang siap mengambil alih basis kode. Selain itu, kemampuan Microsoft untuk memoderasi konten dan menjaga keamanan anak-anak di media sosial juga menjadi daya tarik bagi perusahaan induk TikTok.