Yellow Hearts juga mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem industri, mulai dari developer, content creator, media, hingga perwakilan pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem game nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Staf khusus Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alfreno Kautsar Ramadhan, menilai kehadiran publisher seperti Yellow Hearts sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi game lokal.
“Developer game indie di Indonesia membutuhkan peran publisher untuk membantu memetakan potensi yang belum terjangkau oleh pasar global. Kami berharap kehadiran Yellow Hearts dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya dalam mendukung para pengembang gim lokal,” ujarnya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut menekankan pentingnya kemampuan developer dalam membaca pasar berbasis data agar mampu bersaing secara global.
"Para daveloper Indonesia diharapkan tidak hanya kuat dalam mengembangkan game, tetapi juga mampu membaca potensi pasar berbasis data, sehingga karya mereka dapat dinikmati lebih luas, baik di Indonesia maupun di tingkat global,” katanya.